
Banda Aceh, (tvOne)
Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh menganalisa, terjadi 540 kali peristiwa bencana alam dalam kurun waktu tiga tahun terakhir (2006-2008) di Provinsi Aceh.
Hasil analisis tersebut menurut Manajer Penguatan Kelembagaan Walhi Aceh, Abdillah berdasarkan laporan media dan investigasi.
Bencana alam tersebut rincian selama 2006 terjadi banjir sebanyak 46 kali, konflik satwa 34 kali, angin ribut dua kali dan longsor sebanyak empat kali dengan total sepanjang 2006 terjadi 86 bencana alam.
Sementara pada 2007, banjir terjadi sebanyak 46 kali, 53 konflik satwa, 17 kali angin ribut, delapan kali longsor dan lima kali abrasi dengan total 129 kali bencana.
Bencana alam dan konflik satwa semakin meningkat pada 2008 total sebanyak 325 dengan rincian 100 kali banjir, 124 kali konflik satwa, 26 kali angin ribut, 37 kali longsor dan 38 kali abrasi.
Banyaknya bencana alam yang terjadi disebabkan carut marutnya tata ruang di Aceh yang sejak lama bermasalah. Salah satu bentuk pemanfaatan ruang yang salah kaprah adalah banyaknya alih fungsi lahan.
Keran investasi yang dibuka Pemerintah Aceh menurut dia ikut memperparah persoalan alih lahan karena dengan berlomba-lombanya investor masuk semakin banyak lahan yang dialihkan.
Meski dalam setiap usulan proyek harus mengacu pada rencana tata ruang wilayah namun pada praktiknya banyak kegiatan pembangunan dilakukan tidak sesuai dengan perencanaan.
Upaya pembenahan dan penegakan hukum perlu dikaitkan dengan penataan ruang dan sewajarnya pemerintah melihat kembali maupun membatalkan usulan proyek yang sifatnya tidak memenuhi persyaratan lingkungan.



klo liat Tsunami d'Aceh wew.... gak kebayang deh ....Gempa d'Jakarta yg gak terlalu dasyat ajah w dah Parno bgt pa gy yg d'Tsunami d'Aceh .... ?????
bisa Strez x w .... ckckckckck